Herbal Cure Testimonial

Member of Herbal Clinic Ning Harmanto

Wedang Susu Temaja

WEDANG SUSU TEMAJA, MENJADIKAN SAYA PRIA PERKASA.

Bp. Henky, Semarang
Istri saya termasuk wanita yang mau bicara terbuka soaal hubungan sex. Maklum kami termasuk pasangan muda yang baru 6 bulan menikah. Bulan-bulan pertama menikah, untuk melakukan hubungan sex sehari bisa tiga hingga lima kali terutama kalau malam minggu dan tidak masuk kantor. Namun selanjutnya kemampuan mulai berkurang karena terlalu lelah dengan masalah pekerjaan kantor yang mengharuskan saya kerja lembur tiap malam. Istri saya mengatakan bahwa saya mulai berubah.

”Mas, kenapa sih tidak seperti bulan-bulan yang lalu ?”

”Memangnya ada yang salah dari saya?”

”Maaf mas, terus terang memang agak lain”.

”Lain bagaimana?”

“Kalau bulan-bulan yang lalu tiap hari mas “minta” terus, sekarang seminggu sekali saja mas sudah loyo”.

”Maaf, saya terlalu capek dengan pekerjaan di kantor”.

”Kata teman-teman kantor bisa diatasi minum STMJ”.

”Apa itu STMJ?”

”STMJ itu susu telur madu jahe, belinya di simpang lima. Dicoba saja mas, logikanya minum susu itu sehat, apalagi kalau ditambah jahe, susu dan telur ayam kampung”

Sejak saat itu bersama teman-teman kantor saya selalu menyempatkan diri meluangkan waktu untuk minum Wedang Susu Temaja, di simpang lima. Hasilnya istri saya jadi lebih ceria dan semakin cinta. Katanya saya semakin ”perkasa”.

Kini setiap malam minggu selalu rame-rame bersama teman-teman kantor minum Wedang Susu Temaja, lebih nikmat lagi kalau dibarengi makan sate telur burung puyuh. Bila kumpul sesama lelaki kita ngobrol kesana kemari tanpa ujung pangkal lalu bercanda tertawa terbahak-bahak. Yang jadi topik seringkali soal hubungan suami istri dan selalu nyerempet-nyerempet ke arah sex. Ibu yang punya warung sudah hafal betul bagaimana kelakuan kami.

”Waduh, bapak-bapak muda kalau sudah kumpul yang diomongin selalu sekitar ’paha’.”

”He he ibu tahu aja selera anak muda”.

“Kalau nanti pulang jangan lupa bawa oleh-oleh Wedang bir pletok, untuk istrinya”

”Supaya apa bu?”

“Ya supaya istrinya lebih sehat melayani suami. Kalau suami perkasa istrinya ya harus sehat dan kuat”.

”Ah ibu bisa aja”.

Benar kata ibu pemilik warung, hubungan kami semakin mesra dan lebih bergairah setelah istri juga minum wedang jahe atau bir pletok. Setidaknya fisik tidak mudah loyo dan lemas. Namun karena istri punya sakit maag, selalu ditambahkan temu lawak instant.

December 4, 2007 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: