Herbal Cure Testimonial

Member of Herbal Clinic Ning Harmanto

Kista Hilang, Rosul Datang

(Bapak dan Ibu Puryono, Jalan Sukamulya 4 No.105—Jakarta Pusat)
“Hallo ibu Ning. Ini benar ibu Ning Harmanto?”

“Ya benar Pak. Ini saya sendiri Ning Harmanto”.

“Alhamdullilah, akhirnya ketemu juga. Wah Ibu Ning sekarang super sibuk ya. Susah banget dicarinya. Sudah tiga bulan ini saya berusaha bicara langsung dengan Ibu Ning.”

“Wah maaf ya Pak kalau sulit mencari saya. Bagaimana Pak, ada yang bisa saya bantu?”

“Begini Bu, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kami sudah dapat momongan.”

“Alhamdulilah. Puji syukur kepada Tuhan. Selamat ya Pak. Kapan ibu melahirkan dan anaknya lelaki atau perempuan?”

“Anak kami lelaki lahir tanggal 31 Agustus 2003 dan kami beri nama Rosul.”

Saya mengerti kesibukan Ibu Ning yang harus melayani banyak pasien dan mengelola usaha ramuan mahkota dewa, baik di Indonesia maupun mancanegera.  Saya merasa perlu memberitahu berita yang menggembirakan ini. Awalnya, kami sangat bingung untuk mengatasi kista yang banyak tumbuh di kandungan isteri saya dan menyebabkan kami belum bisa punya anak setelah menikah selama tiga tahun. Hati semakin gundah dan resah saat dokter menyatakan bahwa penyebabnya tidak mudah diatasi.

“Maaf ya bapak dan ibu, ini masalahnya agak rumit untuk bisa mempunyai momongan”, kata dokter.

“Dokter, tolong berterus terang kepada kami. Ada apa dengan isteri saya?”, tanya saya penasaran.

“Sesuai hasil pemeriksaan, ada banyak kista di dalam kandungan ibu. Satu-satunya jalan terbaik adalah dioperasi,” kata dokter.

Mendengar kata operasi kami sangat terkejut dan hanya bisa saling pandang. Dari banyak informasi yang kami ketahui ternyata operasi belum menyelesaikan masalah secara tuntas. Perlakuan pasca-operasi masih harus dilakukan, seperti kemoterapi. Kami pun masih harus mondar-mandir ke rumah sakit jika ditemukan tanda-tanda keganasan. Memerlukan waktu dan tenaga yang sangat melelahkan. Belum lagi biayanya sulit dijangkau.

Kehadiran si kecil yang telah lama kami nantikan sungguh sangat membahagiakan dan mengharukan. Apalagi, kehadirannya kami peroleh dengan susah payah. Saat Ibu Ning bersama rombongan dari Tim PT Mahkota Dewa Indonesia berkunjung ke rumah isteri saya di Ngawi Jawa Timur, isteri dan keluarga saya tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah Sang Pencipta.

“Syukur Alhamdulilah Ibu Ning. Ini benar-benar berkah Allah. Ternyata ramuan yang sederhana dari bumi Indonesia mampu menghancurkan kista-kista yang menempel di kandungan isteri saya. Setelah tiga bulan istri saya minum ramuan paket kanker, akhirnya istri saya hamil dan Tuhan berkenan memberikan momongan kepada kami, bayi lelaki yang sehat dan montok. Kami memberinya nama Rosul Habib Hibatuloh Rion Diar.

Saya masih ingat, saat itu bulan Juli 2002 saya mengantar isteri ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk memastikan penyakitnya. Hasil pemeriksaan USG menyatakan ada banyak kista di kandungannya. Kami berdua hanya bisa tertegun kebingungan dan belum bisa memutuskan harus melakukan operasi atau tidak.

Di tengah perjalanan, entah ada dorongan dari mana kami mampir ke Toko Buku Gunung Agung untuk mencoba mengurangi stres. Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada gambar buah yang merah menyala dalam sampul buku Mahkota Dewa: Obat Pusaka para Dewa. Mungkin karena stres, awalnya isteri saya tampak tak peduli, tetapi saya tetap membelinya.

Setelah sampai di rumah, saya mencoba membaca buku itu, tetapi hati belum tergerak untuk menentukan langkah mengobati isteri. Kami lalu meminta pertimbangan orang tua dan keluarga serta teman-teman dekat. Akhirnya, kami sepakat untuk dioperasi karena dokter mengatakan lebih baik operasi mumpung masih dini. Hari dan tanggal operasi sudah ditetapkan, tetapi entah kenapa saat menunggu hari H, isteri saya membaca buku karangan Ibu Ning lebih teliti. Ternyata di halaman belakang ditemukan beberapa kesaksian pasien yang sudah sembuh dari berbagai penyakit. Lebih gembira lagi, buku tersebut mencantumkan alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

“Selamat siang, bisakah kami berkonsultasi dengan Ibu Ning?”

“Oh Ibu Ning sedang pameran di Lapangan Banteng di acara Flona. Datang aja ke sana Pak, biar bisa ketemu dan konsultasi langsung sama ibu.” jawab asistennya di telepon.

Dengan penuh harap saya dan isteri mencoba menemui Ibu Ning. Mencari gerai mahkota dewa ternyata mudah karena ciri khas gerai dan umbul-umbulnya berwarna ungu. Warna ungu memang warna favorit Ibu Ning yang berarti kedekatan diri pada Tuhan dan secara universal berarti warna kesetiaan dan percaya diri. Cukup banyak pengunjung yang ingin berkonsultasi dan kami dan harus antri dengan sabar.

”Semuanya kita serahkan kepada Tuhan. Jika Tuhan mengizinkan, semoga ramuan ini bisa membantu mengatasi penyakit ibu. Cobalah ramuan kami dengan dosis ringan, lalu ditingkatkan jika tidak terjadi reaksi negatif. Kami tidak berani menjanjikan keberhasilannya. Ini upaya yang harus disertai dengan ikhtiar dan doa. Ibu harus mengikuti pantangan dan larangan yang kami sarankan.”

“Ya, saya akan berusaha mematuhinya. Pokoknya, saya ingin sembuh. Bagaimanapun beratnya saya akan ikuti  saran-saran ibu. Doakan kami ya Bu.”

“Kita bersama-sama memohon kepada Tuhan agar diberikan jalan yang terbaik.”

Dengan penuh ketekunan isteri saya minum ramuan paket mahkota dewa yang terdiri dari cangkang made, temu mangga, temu putih, umbi dewa, dan sambiloto. Selama minum, isteri saya tidak pernah mengalami reaksi yang negatif. Ibu Ning berpesan agar jangan panik jika suatu saat kistanya akan keluar. Kemungkinan isteri saya akan mengalami reaksi mengeluarkan gumpalan daging atau darah melalui vagina.

Sampai tiga bulan tidak ada reaksi negatif, malah sebaliknya, badan terasa segar dan sehat dibandingkan sebelumnya. Setelah berjalan tiga bulan lebih dua minggu isteri saya mengalami saat-saat yang mendebarkan, karena pada pukul tiga pagi mengalami perdarahan dan mengeluarkan gumpalan-gumpalan berwarna putih seperti lemak yang banyak serabutnya. Kami semua panik karena isteri juga mengalami perdarahan. Kami ingin membawanya ke rumah sakit tetapi isteri bersikukuh tidak mau dan minta diteleponkan ke Ibu Ning saja.

“Mas coba telpon Bu Ning saja, minta saran apa yang sebaiknya kita lakukan.”

“Wah kasihan Bu Ning, ini terlalu  pagi. Sudahlah ke rumah sakit dulu biar bisa ditolong, setelah subuh baru kita telpon Bu Ning”. Namun, isteri saya tetap tidak mau. Setelah azan subuh saya memberanikan diri menelpon Ibu Ning.

“Bagaimana Bu Ning isteri saya, dia m,engalami perdarahan dan mengeluarkan gumpalan seperti lemak yang cukup banyak. Saya takut dan khawatir.”

“Pak Pur, semoga ini benar-benar tanda yang baik. Jangan panik tetapi kita malah bersyukur penyakit ibu benar-benar keluar. Kalau bapak ragu dan khawatir silakan dibawa ke rumah sakit.”, jawab Ibu Ning tenang dan menyejukkan hati saya. Lalu isteri saya disarankan minum madu murni agar tubuhnya kuat.

Setelah lima hari, perdarahan yang dialami isteri saya benar-benar berhenti, tetapi Ibu Ning tetap menyarankan agar isteri saya tetap melanjutkan meminum ramuannya. Dua minggu kemudian isteri saya merasa badannya meriang dan tidak enak. Isteri saya sebenarnya bingung dengan kondisi badannya. “Mau berhenti mengonsumsi mahkota dewa, tetapi tidak berani, takut jika penyakitnya belum tuntas teratasi. Akhirnya saya mencoba menelepon Ibu Ning lagi.

“Bagaimana isteri saya Bu. Beberapa hari ini badannya kok tidak enak. Sebaiknya diteruskan atau tidak ya minum ramuannya?”

“Begini Pak, untuk kepastiannya silakan membawa isterinya ke dokter sekalian di cek kistanya sudah hilang apa belum. Siapa tahu isterinya sudah isi.”

“Kalau isteri saya hamil, apakah  minum ramuannya diteruskan?”

“Kalau sudah pasti hamil, ramuan paket kanker mahkota dewa sebaiknya dihentikan. Lanjutkan dengan konsumsi makanan dan buah-buahan yang menyehatkan.”

Betapa gembiranya kami  berdua tatkala dokter  yang memeriksa isteri dengan yakin menyatakan dia hamil dan kistanya sudah lenyap.” Syukur Alhamdulilah. Kami berdua bersujud syukur kepada Allah. Saat kehamilan isteri saya mencapai sembilan bulan disarankan agar mengonsumsi mahkota dewa isntan karena menurut penelitian akan mempermudah persalinan dan tidak mengalami sakit yang berarti. Setelah sembilan bulan lebih dua minggu dan belum tampak tanda-tanda akan melahirkan, saya meminta saran Ibu Ning kembali agar isteri segera bisa melahirkan.

“Aduh gimana ya Bu kok isteri saya belum melahirkan juga. Ini waktunya sudah lewat.”

“Begini saja Pak, untuk amannya saya sarankan untuk melakukan operasi caesar. Jangan tunda lagi , sebaiknya Bapak cepat ke dokter.”

Akhirnya saya mengikuti saran Ibu Ning dan isteri saya benar-benar bisa melahirkan anak lelaki yang sehat dan lucu melalui operasi caesar. Terima kasih ya Allah, melalui perantaraan ramuan Bu Ning ternyata kami tak harus mengeluarkan dana banyak namun penyakit isteri sembuh dan kami berdua benar2 dikaruniai anak lelaki yang sehat dan lucu..Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kami berdua   dengan senang hati bersedia berbagi pengalaman kepada siapa saja.

November 2, 2007 - Posted by | Testimoni Kista

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: