Herbal Cure Testimonial

Member of Herbal Clinic Ning Harmanto

Diabetku normal hanya dengan Herbal

NY.JOKO WARDOYO JAKARTA.
Sejak tahun 1988 saya melakukkan General Check up di Rumah sakit ternyata saya mengidap penyakit kencing manis. Gula darah Puasa 360, 2 jam setelah makan 380. Dokter memberikan resep obat Diamicron 3 x sehari dan gula darah perlahan-lahan turun.

Karena penyakit inilah maka setiap bulan saya cek gula darah.Saya merasakan memang ada kemajuan tapi terasa lambat sekali dan bertahun-tahun saya terus menerus minum diamicron. Sepuluh tahun kemudian obat yang saya minum diganti dengan daonil 2 x sehari, pada saat itu gula darah saya puasa 180, 2 jam PP 200. Selain minum obat daonil saya juga benar-benar menjaga makanan saya. Semua makanan manis saya hindari, juga apabila pergi kondangan saya juga pilih-pilih makanan.
Sebulan kemudian check up lagi ternyata gula darah puasa 108 dan 2 jam PP 120. Dokter mengatakan ini bagus sekali dan sudah normal.
Bulan Januari 2003 saya membaca koran BUANA MINGGU yang menjadi koran langganan saya selama bertahun-tahun. Kebetulan di koran ini ada rubrik khusus tentang ramuan Mahkota Dewa yang ditulis ibu Ning Harmanto dan selalu muncul di halaman belakang. Dari tulisan-tulisan itu banyak dikisahkan pasien-pasien bu Ning yang sudah sembuh. Saya sangat tertarik terutama tulisan yang mengisahkan keberhasilan bapak Suprapto dari Jawa Tengah yang sudah sembuh total dari sakit kencing manis. Membaca berita ini saya terus berpikir, kalau yang tradisional bisa menyembuhkan penyakit diabet kenapa tidak saya coba. Memang sih minum obat dokter gula darah saya bisa terkontrol tapi kalau terus menerus dan berpuluh tahun pasti ada efek sampingnya. Beberapa teman saya yang mempunyai sakit yang sama akhirnya harus cuci darah karena ginjalnya rusak. Kerusakan di ginjal diduga kuat karena minum obat kimia terus menerus.     
Tanggal 31 Maret 2003 saya datang ke klinik Mahkota Dewa yang di Jln. Soka BB 16, Nyiur Melambai II, Jakarta Utara. Saya diberi paket ramuan MADE dan dipesan agar obat dokter bisa tahap demi tahap dikurangi. Saya iyakan saja namun karena takut gula darah saya naik, obat dokter daonil tetap saya minum 2 x sehari. Jadi saya minum obat dokter dengan dosis seperti biasa ditambah ramuan dari ibu Ning. Pada awalnya badan saya terasa makin segar tapi lama kelamaan saya merasa ada yang aneh di tubuh saya.
Oleh laboratorium Mahakam, dinyatakan gula saya terlalu rendah, menurut chek gula kalau puasa 62, setelah makan 116. Saya masih diam, tetapi berpikir mengapa gula saya rendah ?
September 2003 saya check lagi ke laboratorium ternyata gula saya lebih rendah lagi yaitu puasa 54, setelah makan (dua jam ) 60.
Disini saya dimarah marahi dokter dan ditanyai minum obat apa ? Saya tidak menjawab tapi berpikir keras mencari tahu apa sebabnya. Setelah ke dokter, saya dilarang minum daonil, maka berhentilah saya minum daonil, tetapi mahkota dewanya terus 3 x sehari.
Desember 2003 saya check lagi ke laboratorium hasilnya puasa 101, setelah makan dua jam 120.
Januari 2004 saya check lagi ke laboratorium, waktu puasa 90 setelah makan dua jam 143.
Setelah stabil maka saya disuruh minum teh manis misalnya diberi gula pasir, tetapi bukan teh manis yang saya minum, saya makan es cream walls dua hari. Setelah itu saya perikasa di laboratorium hasilnya puasa 102, setelah makan dua jam 115 ( bulan Februari )

April 2004 saya check ke laboratorium, hasilnya puasa 91 setelah makan 2 jam 113. Konsultan mahkota dewa menganjurkan saya untuk tidak minum obat gula lagi karena gula saya sudah stabil tetapi untuk menjaga kesehatan, saya diberi obat (vitamin ) sebanyak 4 macam untuk 2 x sehari. Demikian penuturan saya mengenai penyakit diabetes yang saya derita hingga saya sembuh. Saya mengucapkan banyak terimakasih pada Ibu Ning Harmanto dan  ibu-ibu konsultan mahkota dewa yang lain karena saya sudah sembuh dari kencing manis.
Dan sekarang umur saya sudah 71 th, Alhamdullilah kondisi badan saya kini masih fit untuk umur 71 th.
Dengan senang hati saya mempromosikan ramuan Mahkota Dewa ke[ada teman, sahabat dan handai taulan. Ternyata benar alam Indonesia mempunyai potensi obat yang luar biasa. Tidak kalah dibandingkan obat dari mancanegara.  
DIABETKU MENGHILANG TAK BERKESAN

November 2, 2007 - Posted by | Testimoni Diabetes

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: